Keutamaan Bulan Ramadan
Bismillah salam semuanya, semoga bermanfaat buat saya dan selain saya 🙏🙏🙏
فضائل شهر رمضان من طريق الأخبار والآثار
أخبرني أبو نصر عن والده، قال: أنا أبو الفارس، قال: حدثنا أبو حامد أحمد بن محمد بن الخليلوي النيسابوري، قال: أخبرنا جسد بن إسحاق بن خزيمة، قال: أنا علي بن حجر السعدي، قال: أنا أبو يوسف بن زياد، قال: أخبرنا قُهَم بن محمد عن علي بن زيد بن جدعان، عن سعيد بن المسيب عن سلمان رضي الله عنه قال:
خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر يوم من شعبان فقال: “أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم، شهر مبارك، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر، جعل الله صيامه فريضة، وقيام ليله تطوعاً، من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه، وهو شهر الصبر، والصبر ثوابه الجنة، وشهر المواساة، وشهر يزاد في رزق المؤمن، من فطر فيه صائماً كان مغفرة لذنوبه وعتقه من النار، وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيء” قالوا: ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم، قال: يعطي الله الثواب لمن فطر صائماً على تمرة أو على شربة ماء أو مذقة لبن، وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار، من خفف عن مملوكه فيه غفر الله له وأعتقه من النار، فاستكثروا فيه من أربع خصال، خصلتان ترضون بهما ربكم، وخصلتان لا غنى لكم عنهما، فأما الخصلتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله وتستغفرونه، وأما الخصلتان لا غنى لكم عنهما: فاسألوا الله الجنة.
وتعوذون به من النار، ومن أشبع فيه صائماً سقاه الله تعالى من حوضي شربة لا يظمأ بعدها أبداً.” أمالي الشجري ١/ ٣٦٧
- Keutamaan Bulan Ramadan dari Jalur Khabar dan Atsar
Diriwayatkan oleh Abu Nashr dari ayahnya, ia berkata:
Aku diberitahu oleh Abu Al-Faris, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Al-Khalilawi An-Naisaburi, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Jusuf bin Ishaq bin Khuzaymah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr As-Sa’di, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Yusuf bin Ziyad, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Quham bin Muhammad dari Ali bin Zaid bin Jud’an, dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Salman radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada kami pada akhir bulan Sya’ban dan bersabda:
“Wahai manusia! Telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah telah menjadikan puasa di bulan ini sebagai kewajiban dan shalat malamnya sebagai amalan sunnah.”
Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan satu amal kebaikan di bulan ini, maka pahalanya seperti orang yang melakukan tujuh puluh amal wajib di bulan lainnya. Bulan ini adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya adalah surga. Ini juga bulan kepedulian dan bulan di mana rezeki orang beriman ditambah.
Barang siapa yang memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka itu menjadi sebab pengampunan dosa-dosanya dan pembebasannya dari neraka, serta ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Tidak semua dari kami memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa.”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Allah memberikan pahala ini bagi siapa saja yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, walaupun hanya dengan sebutir kurma, seteguk air, atau seteguk susu.”
Bulan ini adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat, pertengahannya penuh dengan ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.
Barang siapa yang meringankan beban pekerjanya di bulan ini, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari neraka.
Maka perbanyaklah empat perkara di bulan ini.
Dua perkara yang dengannya kalian dapat membuat Tuhan kalian ridha, dan dua perkara lainnya yang kalian pasti membutuhkannya.
Adapun dua perkara yang dengannya kalian dapat membuat Tuhan kalian ridha adalah:
- Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan
- Memohon ampunan kepada-Nya.
Sedangkan dua perkara yang kalian pasti membutuhkannya adalah:
- Memohon surga kepada Allah,
- Dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari neraka. Barang siapa yang memberi makan hingga kenyang kepada orang yang berpuasa di bulan ini, maka Allah Ta’ala akan memberinya minum dari telagaku (di surga) dengan satu tegukan yang setelahnya ia tidak akan pernah merasa dahaga selamanya.” (Amaalī Asy-Syajarī 1/367)
Kitab Fadoilul Ramadhan Hal 9

Allahuakbar